Wednesday, November 10, 2021
Tuesday, December 10, 2019
Teknik Pengumpulan data
1.1
Teknik Pengumpulan Data
a. Teknik
pengumpulan data yang biasa dilakukan
Ada beberapa teknik
pengumpulan data yang sering dilakukan yaitu sebagai berikut:
·
Teknik Wawancara
·
Teknik Observasi
·
Teknik Kuisioner
1. Teknik Wawancara
/ Interview
Wawancara adalah salah satu cara untuk mencari fakta dengan mengingat dan merekonstruksi sebuah peristiwa, mengutip pendapat dan opini narasumber.
2. Teknik Observasi
Observasi adalah Proses
pengamatan dan pencatatan secara sistematis mengenai gejala-gejala yang diteliti.
Observasi ini menjadi salah satu dari teknik pengumpulan data apabila sesuai
dengan tujuan penelitian, yang direncanakan dan dicatat secara sistematis,
serta dapat dikontrol kehebatan (reliabilitas) dan keaslianya (validitasnya).
3. Teknik Kuesioner
Suatu teknik pengumpulan
informasi yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan,
perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa
terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada.
b. Kelebihan
dan Kekurangan Teknik pengumpulan Data
Ø Kelebihan
1. Teknik
Wawancara
·
Dapat menggali kebutuhan user secara lebih
bebas
·
Dapat langsung menanyakan kepada narasumber
·
Dapat menggali bagian yang ingin dicari data
nya
2. Teknik
Observasi
·
Dapat melihat langsung sistem yang sedang
berjalan
·
mudah dalam mengambil keputusan kedepanya
3. Teknik
Kuesioner
·
Hasilnya lebih objektif, karena kuisioner dapat
dilakukan kepada banyak orang sekaligus
·
Mempercepat waktu.
Ø Kekurangan
1. Teknik
Wawancara
·
Wawancara akan sulit apabila salah memilih
narasumber
·
Mudah tidak fokus apabila ada pembicaraan yang
lebih seru
2. Teknik
Observasi
·
Waktu yang dibutuhkan cenderung lebih lama.
·
Dapat mengganggu pekerjaan orang-orang pada
bagian yang sedang diamati.
3. Teknik
Kuesioner
·
Cenderung orang malas dalam mengisi kuesioner
·
Keterbatasan pertanyaan dan sulit dipahami
koresponder
Ø Teknik
yang paling baik
Menurut
saya Teknik yang paling baik digunakan adalah Teknik wawancara, karena jika kita
menggunakan Teknik ini maka data yang kita peroleh akan lebih jelas dan akurat
karena berasal langsung dari narasumber.
1.2
Panduan dalam melakukan wawancara
No
|
Waktu
|
Narasumber
|
Pertanyaan
|
1.
|
Senin, 2 Desember 2019
Jam 9:00-12:00
|
Manager produksi
|
1.
|
2.
|
Rabu, 4 Desember 2019
Jam 10:00-13:00
|
Staf Produksi
|
|
3.
|
Jumat, 6 Desember 2019
Jam 13:00-15:00
|
Staf Gudang Produksi
|
Analisis System
BAB
4
ANALISIS
SITEM
A. Langkah-langkah analisis sistem
Di dalam tahap analisis sistem terdapat
langkah-langkah dasar yang harus
dilakukan oleh analis sistem :
1. Identify, yaitu mengidentifikasi masalah
2. Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang
ada
3. Analyze, yaitu menganalisis sistem
4. Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.
1. Mengidentifikasi Masalah
Mengidentifikasi (mengenal) masalah merupakan langkah
pertama yang
dilakukan dalam tahap analisis sistem. Masalah
(problem) dapat didefinisikan sebagai
suatu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan.
Masalah inilah yang
menyebabkan sasaran dari sistem tidak dapat dicapai.
Oleh karena itulah pada tahap
analisis sistem, langkah pertama yang harus dilakukan
oleh analis sistem adalah
mengidentifikasi terlebih dahulu masalah-masalah yang
terjadi. Tahapan dalam mengidentifikasi masalah:
·
Mengidentifikasi penyebab masalah
·
Mengidentifikasi titik keputusan
·
Mengidentifikasi personil-personil kunci
· Mengidentifikasi penyebab masalah
2. Memahami Kerja Sistem
Langkah kedua dari tahap
analisis sistem adalah memahami kerja dari sistem
yang ada. Langkah ini
dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana
sistem yang ada beroperasi.
Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan
data yang dapat
diperoleh dengan cara melakukan penelitian. Bila ditahap
perencanaan sistem juga
pernah dilakukan penelitian untuk memperoleh data,
penelitian ini sifatnya
adalah penelitian pendahuluan (preliminary survey). Sedang
pada tahap analisis
sistem, penelitian yang dilakukan adalah penelitian terinci
(detailed survey).
Tahapan dalam memahami kerja sistem:
· Menentukan jenis penelitian
· Merencanakan jadwal penelitian
· Mengatur jadwal wawancara
· Mengatur jadwal observasi
· Mengatur jadwal pengambilan sampel
· Membuat penugasan penelitian
· Membuat agenda wawancara
· Mengumpulkan hasil penelitian
3. Analisis Sistem
Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah
diperoleh dari hasil penelitian
yang telah dilakukan. Menganalisis hasil penelitian
sering sulit dilakukan oleh analis
sistem yang masih baru. Pengalaman menunjukkkan bahwa
banyak analis sistem
yang masih baru mencoba untuk memecahkan masalah tanpa
menganalisisnya. Hal yang perlu dianalisis dalam menganalisis sistem:
·
Menganalisis kelemahan sistem
·
Menganalisis ,masalah pada sistem
·
Menganalisis Distribusi Pekerjaan
·
Menganalisis Pengukuran Pekerjaan
·
Menganalisis Keandalan
·
Menganalisis Dokumen
·
Menganalisis Laporan
·
Menganalisis Teknologi
·
Menganalisis kebutuhan informasi pemakai
4. Membuat Laporan Hasil Analisis Sistem
Setelah proses analisis sistem ini selesai dilakukan,
tugas berikutnya dari analis
sistem dan timnya adalah membuat laporan hasil
analisis. Laporan ini diserahkan
kepada steering committe (komite/panitia pengarah pengembangan
sistem) yang
nantinya akan diteruskan ke manajemen. Pihak manajemen
bersama-sama dengan
panitia pengarah dan pemakai sistem akan mempelajari
temuan-temuan dan analisis
yang telah dilakukan oleh analis sistem yang disajikan
dalam laporan ini. Tujuan
utama dari penyerahan laporan ini kepada manajemen
adalah :
·
pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan
·
meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan
dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen
·
meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen
·
meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan
selanjutnya (dapat berupa meneruskan ke tahap desain sistem atau menghentikan
proyek bila dipandang tidak layak lagi).
Kebijakan dan Perancangan System
BAB
3
KEBIJAKAN
DAN PERENCANAAN SISTEM
1.
kebijakan sistem
A. Definsi
Kebijakan sistem
adalah landasan dan dukungan dari manajemen puncak untuk membuat perencanaan
sistem. Kebijakan sistem itu sendiri antara lain dilakukan oleh management
puncak untuk mengembangkan suatu sistem
informasi, menyediakan manajemen dengan informasi yang cukup, dan meningkatkan
produktifitas karyawan.
B. Tugas planning staff
Pada Umumnya Staff
Production Planning and Inventory Control memiliki tugas dan tanggung jawab
sebagai berikut:
I.Memimpin dan
bertanggung jawab untuk kegiatan pekerjaan di Bagian PPIC dan Bagian Gudang.
II.Job aktivitas
di PPIC termasuk pengendalian persediaan, pengendalian produksi perencanaan,
dan kontrol pengiriman.
III.Job aktivitas
di gudang, termasuk bahan yang masuk, penyimpanan, penyediaan, dan pengiriman.
IV.Membuat rencana
kegiatan tahunan dan penganggaran untuk basis Departemen PPIC pada rencana
bisnis perusahaan.
V.Membuat laporan
kegiatan. Laporan ini disampaikan kepada Top Management di Management Review
bulanan.
VI.Bertanggung
jawab untuk Program Pengurangan Biaya di Departemen PPIC.
VII.Bertanggung
jawab untuk perbaikan terus-menerus di Departemen PPIC.
VIII.Bertanggung
jawab untuk pengembangan sumber daya manusia di Departemen PPIC.
2.
Perencanaan sistem
A.
Tahapan di dalam perencanaan sistem
I.Tahap
perencanaan
Perencanaan adalah
membuat semua rencana yang berkaitan dengan proyek sistem informasi.
II.Tahap analisis
Setelah
perencanaan selesai, langkah berikutnya adalah membuat analisa (analyst). bertujuan untuk memahami pemecahan masalah.
III.Tahap desaign
Setelah proses
analisa selesai, selanjutnya adalah membuat desain (design). Desain adalah
langkah yang sangat penting bertujuan untuk memahami pemecahan masalah yang
didapat pada tahap analisis melalui suatu pemodelan.
IV.Tahap
implementasi,
Implementasi
adalah proses untuk menerapkan sistem informasi yang telah dibangun, agar user
menggunakannya menggantikan sistem informasi yang lama dan/atau untuk
menerapkan pemodelan yang telah dibuat menjadi sistem aplikasi sesungguhnya.
B. Studi kelayakan
Studi kelayakan
adalah suatu tinjauan seklias pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi
kemampuan sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Studi kelayakan adalah
tahap yang paling penting, karena didalamnya menyangkut berbagai aspek sistem
baru yang diusulkan. Ada enam faktor yang perlu dinilai dalam studi kelayakan,
yaitu :
I.Teknis;
tersediakan hardware dan software untuk melaksanakan pemrosesan yang diperlukan
?
II.Pengembalian
ekonomis; dapatkah sistem yang diajukan dinilai secara keuangan dengan
membandingkan kegunaan dan biayanya ?
III.Pengembalian
non ekonomis; dapatkah sistem yang diajukan dinilai berdasarkan
keuntungan-keuntungan yang tidak dapat diukur dengan uang?
IV.Hukum dan
etika; akankah sistem yang diajukan beroperasi dalam batasan hokum dan etika ?
V.Operasional;
apakah rancangan sistem akan didukung oleh orang-orang yang akan menggunakannya
?
VI.Jadwal;
mungkinkah penerapan sistem dalam kendala waktu yang ditetapkan ?
Tinjauan Pengembangan System
BAB
2
TINJAUAN
UMUM PENGEMBANGAN SISTEM
1. Pengembangan
Sistem
A. Definisi
Pengembangan
sistem informasi sering disebut sebagai proses pengembangan system.
Pengembangan sistem didefinisikan sebagai menyusun suatu sistem yang baru untuk
menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang
ada.
B. Alasan
Melakukan Pengembangan Sistem
1. Adanya
permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama.
Permasalahan
yang timbul dapat berupa :
a. Ketidakberesan
sistem yang lama
Ketidakberesan
dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi
sesuai dengan yang diharapkan.
b. Pertumbuhan
organisasi
Kebutuhan
informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat,
perubahan prinsip akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang
baru, karena sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi
semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.
2. Untuk
meraih kesempatan-kesempatan
Dalam
keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu
sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang
telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan dan peluang-peluang pasar,
sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan
informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh
manajemen.
3. Adanya
instruksi
Penyusunan
sistem baru karena adanya instrusi-instruksi dari atasan atau luar organisasi
misalnya aturan pemerintah. Dengan adanya pengembangan sistem dari yang lama ke
baru diharapkan terjadi peningkatan-peningkatan sistem yang baru diantaranya:
a. Performance
(kinerja)
Kinerja
sistem harus lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari jumlah pekerjaan yang
dapat dilakukan suatu saat tertentu. Respond time adalah rata-rata waktu yang
tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response
untuk menanggapi pekerjaan tersebut.
b. Information
(informasi), peningkatan kualitas informasi yang disajikan.
c. Economy
(ekonomi), peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungan-keuntungan atau
penurunan biaya yang terjadi.
d. Control
(pengendalian), peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan
memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan yang akan terjadi.
e. Efficiency,
peningkatan terhadap efisiensi operasi. Efisiensi berbeda dengan ekonomis,
ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan, efisiensi
berhubungan dengan bagaimana sumberdaya tersebut digunakan dengan pemborosan
yang minimum.
f.
Service (pelayanan),
peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem.
2. Pendekatan
pengembangan system
a. Dipandang
dari metodelogi yang digunakan
1. Pendekatan
klasik
Disebut
juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti
tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan
sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle.
2. Pendekatan
terstruktur
Pendekatan
ini dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yang
dibutuhkan dalam pengembangan sistem.
b. Dipandang
dari sasaran yang dicapai
1.
Pendekatan Sepotong
Pendekatan yang
menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
2.
Pendekatan Sistem
Pendekatan yang
menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi.
c. Dipandang
dari cara kebutuhan system
1.
Pendekatan Bawah Naik
Pendekatan dari
level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan.
Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan
naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi
tersebut.
2.
Pendekatan Atas Turun
Dimulai dari level
atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan
mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan
analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi.
d. Dipandang
dari pengembangannya
1.
Pendekatan Sistem
menyeluruh
Pendekatan yg
mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.(merupakan ciri -ciri pendekatan
klasik )
2.
Pendekatan Moduler
Pendekatan yg
berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana.
e. Dipandang
dari teknologi yang digunakan
1.
Pendekatan Lompatan jauh
Pendekatan yg
menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih.
Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
2.
Pendekatan Berkembang
Pendekatan yg
menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan
terus berkembang.
Konsep Dasar Sistem Informasi
SISTEM
INFORMASI
Definisi Sistem Informasi
Sistem
Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang
menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti
yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada
interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi.
BAB
1
1. Konsep
Dasar Sistem
A. Definisi
Sistem
sistem adalah
suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk melakukan suatu sasaran
tertentu.
Pengertian sistem
menurut para ahli:
·
Indrajit(2001:2)
mengemukakan bahwa system mengandung arti kumpulan-kumpulan dari
komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu unsur dengan
lainnya.
·
Jogianto(2005: 2)
mengemukakan bahwa system adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi
untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem
ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah
suatu objek nyata seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada
dan terjadi.
·
Murdick, R.G, (1991 : 27)
suatu system adalah seperangkat eleman yang
membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur/bagian-bagian pengolahan yang
mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoprasikan data dan
/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/ atau energi dan/atau barang.
B. Karakteristik
Sistem
· Komponen system (components)
Suatu
sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama
membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem
atau bagian-bagian dari system.
I.
Batas sistem (boundary)
Batas
sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya
atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem
dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup
(scope) dari sistem tersebut.
II.
Lingkungan luar sistem
(environment)
Adalah apapun di
luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
III.
Penghubung sistem
(interface)
Merupakan media
penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
IV.
Masukan sistem (input)
Merupakan energi
yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan
(maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).
V.
Keluaran sistem (Output)
Merupakan hasil
dari energi yang diolah oleh sistem.
VI.
Pengolah sistem (Process)
Merupakan bagian
yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
VII.
Sasaran sistem
(objectives) atau tujuan (goal)
Kalau sistem tidak
mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.
C. Klasifikasi
Sistem
klasifikasi
system adalah suatu bentuk kesatuan antara satu komponen dengan satu komponen
lainnya, karena tujuan dari system tersebut memiliki akhir tujuan yang berbeda
untuk setiap perkara atau kasus yang terjadi dalam setiap system tersebut.
Berikut ini adalah beberapa klasifikasi system :
I.
Sistem abstrak
sistem yang berupa
pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, contohnya sistem
teologia.
II.
Sistem fisik
merupakan sistem
yang ada secara fisik, contohnya sistem komputer, sistem akuntansi, sistem
produksi dan sebagainya.
III.
Sistem alamiah
sistem yang
terjadi melalui proses alam., contohnya sistem matahari, sistem luar angkasa,
sistem reproduksi dan sebagainnya.
IV.
Sistem buatan manusia
sistem yang
dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia
dengan mesin disebut human-machine system, contohnya sistem informasi.
V.
Sistem Tertentu
beroperasi dengan
tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat
dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan,
contohnya sistem komputer.
VI.
Sistem tak tentu
sistem yang kondisi
masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
VII.
Sistem tertutup
sistem
yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini
bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya.
Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang
benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara
relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
VIII.
Sistem terbuka
sistem yang
berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
2. Konsep
Dasar Informasi
A. Definisi
Informasi dan Data
Informasi
adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima
dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses
transformasi data menjadi suatu informasi. Sedangkan data adalah fakta mentah
atau rincian peristiwa yang belum diolah, yang terkadang tidak dapat diterima
oleh akal pikiran dari penerima data tersebut, maka dari itu data harus diolah
terlebih dahulu menjadi informasi untuk dapat di terima oleh penerima. Data
dapat berupa angka, karakter, simbol, gambar, suara, atau tanda-tanda yang
dapat digunakan untuk dijadikan informasi.
B. Perbedaan
Informasi dan Data
I.
Informasi adalah hasil
pengolahan dari data yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.
Sedangkan Data lebih cenderung ke penjelasan singkat atau sebuah gagasan yang
belum menjelaskan sebuah peristiwa atau hasil kegiatan, data juga tidak bisa
digunakan untuk pengambilan keputusan.
II.
Informasi dapat berguna
dan dapat diterima oleh akal pikiran penerima. Sedangkan Data terkadang tidak
dapat digunakan dan diterima oleh akal pikiran penerima.
III.
Informasi menghasilkan
penjelasan yang dapat dipakai untuk mengambil keputusan. Data penjualan
misalnya merupakan penjelasan yang bersifat mentah, tetapi informasi penjualan
per bulan akan dipakai oleh manajemen untuk mengambil suatu keputusan.
Sedangkan Data mempunyai lingkup lebih
detail dan bersifat teknis.
C. Siklus
Informasi
D. Mutu
Informasi
I.
Kualitas Informasi
a) Akurasi
(Accuracy)
Sebuah informasi harus akurat karena
dari sumber informasi hingga penerima informasi kemungkinan banyak terjadi
gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut. Informasi
dikatakan akurat apabila informasi tersebut tidak bias atau menyesatkan, bebas
dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.
Beberapa hal yang dapat berpengaruh
terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah:
a.
Informasi yang akurat harus memiliki kelengkapan yang baik.
b.
Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data.
c.
Informasi harus aman dari segala gangguan.
b) Tepat
Waktu (Timeliness)
Informasi
yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat.
Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, karena informasi
merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Kesalahan dalam mengambil
keputusan akan berakibat fatal bagi perusahaan.
c) Relevansi
(relevancy)
Informasi
dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Hal ini berarti bahwa
informasi tersebut harus bermanfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk
tiap-tiap orang satu dengan lainnya berbeda.
II.
Nilai Informasi
Nilai
suatu informasi ditentukan berdasarkan sifatnya , sebagai berikut :
1. Kemudahan dalam memperoleh
Informasi
memiliki nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah.
Informasi yang penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit
diperoleh.
2. Sifat luas dan kelengkapannya
Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup/cakupan yang luas
dan lengkap.
3. Ketelitian
Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang
tinggi/akurat.
4. Kecocokan dengan pengguna
Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan
penggunanya.
5. Ketepatan waktu
Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada
saat yang tepat.
6. Kejelasan
Informasi
yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi
dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi.
7. Fleksibilitas/ keluwesannya
Nilai
informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas
informasi diperlukan oleh para manajer/pimpinan pada saat pengambilan
keputusan.
8. Dapat dibuktikan
Nilai
informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan
kebenarannya. Kebenaran informasi bergantung pada validitas data sumber yang
diolah.
9. Tidak ada prasangka
Nilai
informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan
prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi.
10. Dapat diukur
Informasi
untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai
yang sempurna.
3. Konsep
Dasar Sistem Informasi
A. Definisi
Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah sistem yang
terdiri manusia dan komputer yang memproses atau menafsirkan informasi.
B. Komponen
Komponen Sistem Informasi
1. Komponen
Input
Merupakan data yang masuk /
dimasukkan kedalam sistem informasi.
2. Komponen
Output
Adalah informasi atau dokumentasi
(data) yang dikeluarkan dan dapat beguna untuk semua manajemen.
3. Komponen
Basis Data
Merupakan kumpulan data yang saling berhubungan
dan tersimpan didalam komputer menggunakan software database.
4. Komponen
Model
Adalah kombinasi prosedur, logika dan
model matematika yang akan memproses data yang ada atau yang tersimpan di basis
data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan output yang
diinginkan.
5. Komponen
Teknologi
Yaitu alat dalam sistem informasi
yang digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses
data, menghasilkan dan mengirim output juga dapat memantau pengendalian sistem.
6. Komponen
Kontrol
Merupakan pengendalian yang dirancang
untuk menanggulangi gangguan terhadap sistem informasi.
C. Metodelogi
pengembangan system informasi
Adapun Macam-Macam Metodologi
Pengembangan System:
1.
Metode System Development Life Cycle (SLDC)
Metode ini adalah metode pengembangan
sistem informasi yang pertama kali digunakan makanya disebut dengan metode
tradisional. Metode ini prototype Adalah tahap-tahapan pekerjaan yang dilakukan
oleh analis sistem dan programer dalam membangun sistem informasi.
2.
Model WATERFALL
Metode pengembangan sistem yang
paling tua dan paling sederhana. Cocok untuk pengembangan perangkat lunak
dengan spesifikasi yang tidak berubah-ubah. Model ini menyediakan pendekatan
alur hidup perangkat lunak secara sequential atau terurut dimulai dari analisa,
desain, pengkodean, pengujian dan tahap pendukung
3.
Model Prototyping
Prototyping adalah proses iteratife
dalam pengembangan sistem dimana requirement diubah ke dalam sistem yang
bekerja (working system) yang secara terus menerus diperbaiki melalui kerjasama
antara user dan analis. Prototype juga bisa dibangun melalui beberapa tool
pengembangan untuk menyederhanakan proses.
4.
Model RAD (Rapid Application Development)
RAD adalah penggabungan beberapa
metode atau teknik terstruktur. RAD menggunakan metode prototyping dan teknik
terstruktur lainnya untuk menentukan kebutuhan user dan perancangan sistem
informasi selain itu RAD menekankan siklus perkembangan dalam waktu yang
singkat (60 sampai 90 hari) dengan pendekatan konstruksi berbasis komponen.
5.
Model Spiral
yang merangkai sifat iteratif dari
prototype dengan cara kontrol dan aspek sistematis model sequensial linier.
Model iteratif ditandai dengan tingkah laku yang memungkinkan pengembang
mengembangkan versi perangkat lunak yang lebih lengkap secara bertahap.
6.
Object Oriented Technology
Object Oriented Technology merupakan
cara pengembangan perangkat lunak berdasarkan abstraksi objek-objek yang ada di
dunia nyata. Dasar pembuatan adalah Objek, yang merupakan kombinasi antara
struktur data dan perilaku dalam satu entitas.
7.
Metode End-user Development
Disini pengembangan dilakukan langsung
oleh end-user. Keterlibatan langsung end-user sangat menguntungkan, karena
memahami benar bagaimana sistem bekerja. Artinya tahap analisis sistem dapat
dilakukan lebih cepat.
