BAB
3
KEBIJAKAN
DAN PERENCANAAN SISTEM
1.
kebijakan sistem
A. Definsi
Kebijakan sistem
adalah landasan dan dukungan dari manajemen puncak untuk membuat perencanaan
sistem. Kebijakan sistem itu sendiri antara lain dilakukan oleh management
puncak untuk mengembangkan suatu sistem
informasi, menyediakan manajemen dengan informasi yang cukup, dan meningkatkan
produktifitas karyawan.
B. Tugas planning staff
Pada Umumnya Staff
Production Planning and Inventory Control memiliki tugas dan tanggung jawab
sebagai berikut:
I.Memimpin dan
bertanggung jawab untuk kegiatan pekerjaan di Bagian PPIC dan Bagian Gudang.
II.Job aktivitas
di PPIC termasuk pengendalian persediaan, pengendalian produksi perencanaan,
dan kontrol pengiriman.
III.Job aktivitas
di gudang, termasuk bahan yang masuk, penyimpanan, penyediaan, dan pengiriman.
IV.Membuat rencana
kegiatan tahunan dan penganggaran untuk basis Departemen PPIC pada rencana
bisnis perusahaan.
V.Membuat laporan
kegiatan. Laporan ini disampaikan kepada Top Management di Management Review
bulanan.
VI.Bertanggung
jawab untuk Program Pengurangan Biaya di Departemen PPIC.
VII.Bertanggung
jawab untuk perbaikan terus-menerus di Departemen PPIC.
VIII.Bertanggung
jawab untuk pengembangan sumber daya manusia di Departemen PPIC.
2.
Perencanaan sistem
A.
Tahapan di dalam perencanaan sistem
I.Tahap
perencanaan
Perencanaan adalah
membuat semua rencana yang berkaitan dengan proyek sistem informasi.
II.Tahap analisis
Setelah
perencanaan selesai, langkah berikutnya adalah membuat analisa (analyst). bertujuan untuk memahami pemecahan masalah.
III.Tahap desaign
Setelah proses
analisa selesai, selanjutnya adalah membuat desain (design). Desain adalah
langkah yang sangat penting bertujuan untuk memahami pemecahan masalah yang
didapat pada tahap analisis melalui suatu pemodelan.
IV.Tahap
implementasi,
Implementasi
adalah proses untuk menerapkan sistem informasi yang telah dibangun, agar user
menggunakannya menggantikan sistem informasi yang lama dan/atau untuk
menerapkan pemodelan yang telah dibuat menjadi sistem aplikasi sesungguhnya.
B. Studi kelayakan
Studi kelayakan
adalah suatu tinjauan seklias pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi
kemampuan sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Studi kelayakan adalah
tahap yang paling penting, karena didalamnya menyangkut berbagai aspek sistem
baru yang diusulkan. Ada enam faktor yang perlu dinilai dalam studi kelayakan,
yaitu :
I.Teknis;
tersediakan hardware dan software untuk melaksanakan pemrosesan yang diperlukan
?
II.Pengembalian
ekonomis; dapatkah sistem yang diajukan dinilai secara keuangan dengan
membandingkan kegunaan dan biayanya ?
III.Pengembalian
non ekonomis; dapatkah sistem yang diajukan dinilai berdasarkan
keuntungan-keuntungan yang tidak dapat diukur dengan uang?
IV.Hukum dan
etika; akankah sistem yang diajukan beroperasi dalam batasan hokum dan etika ?
V.Operasional;
apakah rancangan sistem akan didukung oleh orang-orang yang akan menggunakannya
?
VI.Jadwal;
mungkinkah penerapan sistem dalam kendala waktu yang ditetapkan ?
0 comments:
Post a Comment