SISTEM
INFORMASI
Definisi Sistem Informasi
Sistem
Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang
menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti
yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada
interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi.
BAB
1
1. Konsep
Dasar Sistem
A. Definisi
Sistem
sistem adalah
suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk melakukan suatu sasaran
tertentu.
Pengertian sistem
menurut para ahli:
·
Indrajit(2001:2)
mengemukakan bahwa system mengandung arti kumpulan-kumpulan dari
komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu unsur dengan
lainnya.
·
Jogianto(2005: 2)
mengemukakan bahwa system adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi
untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem
ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah
suatu objek nyata seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada
dan terjadi.
·
Murdick, R.G, (1991 : 27)
suatu system adalah seperangkat eleman yang
membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur/bagian-bagian pengolahan yang
mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoprasikan data dan
/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/ atau energi dan/atau barang.
B. Karakteristik
Sistem
· Komponen system (components)
Suatu
sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama
membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem
atau bagian-bagian dari system.
I.
Batas sistem (boundary)
Batas
sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya
atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem
dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup
(scope) dari sistem tersebut.
II.
Lingkungan luar sistem
(environment)
Adalah apapun di
luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
III.
Penghubung sistem
(interface)
Merupakan media
penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
IV.
Masukan sistem (input)
Merupakan energi
yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan
(maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).
V.
Keluaran sistem (Output)
Merupakan hasil
dari energi yang diolah oleh sistem.
VI.
Pengolah sistem (Process)
Merupakan bagian
yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
VII.
Sasaran sistem
(objectives) atau tujuan (goal)
Kalau sistem tidak
mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.
C. Klasifikasi
Sistem
klasifikasi
system adalah suatu bentuk kesatuan antara satu komponen dengan satu komponen
lainnya, karena tujuan dari system tersebut memiliki akhir tujuan yang berbeda
untuk setiap perkara atau kasus yang terjadi dalam setiap system tersebut.
Berikut ini adalah beberapa klasifikasi system :
I.
Sistem abstrak
sistem yang berupa
pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, contohnya sistem
teologia.
II.
Sistem fisik
merupakan sistem
yang ada secara fisik, contohnya sistem komputer, sistem akuntansi, sistem
produksi dan sebagainya.
III.
Sistem alamiah
sistem yang
terjadi melalui proses alam., contohnya sistem matahari, sistem luar angkasa,
sistem reproduksi dan sebagainnya.
IV.
Sistem buatan manusia
sistem yang
dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia
dengan mesin disebut human-machine system, contohnya sistem informasi.
V.
Sistem Tertentu
beroperasi dengan
tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat
dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan,
contohnya sistem komputer.
VI.
Sistem tak tentu
sistem yang kondisi
masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
VII.
Sistem tertutup
sistem
yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini
bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya.
Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang
benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara
relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
VIII.
Sistem terbuka
sistem yang
berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
2. Konsep
Dasar Informasi
A. Definisi
Informasi dan Data
Informasi
adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima
dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses
transformasi data menjadi suatu informasi. Sedangkan data adalah fakta mentah
atau rincian peristiwa yang belum diolah, yang terkadang tidak dapat diterima
oleh akal pikiran dari penerima data tersebut, maka dari itu data harus diolah
terlebih dahulu menjadi informasi untuk dapat di terima oleh penerima. Data
dapat berupa angka, karakter, simbol, gambar, suara, atau tanda-tanda yang
dapat digunakan untuk dijadikan informasi.
B. Perbedaan
Informasi dan Data
I.
Informasi adalah hasil
pengolahan dari data yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.
Sedangkan Data lebih cenderung ke penjelasan singkat atau sebuah gagasan yang
belum menjelaskan sebuah peristiwa atau hasil kegiatan, data juga tidak bisa
digunakan untuk pengambilan keputusan.
II.
Informasi dapat berguna
dan dapat diterima oleh akal pikiran penerima. Sedangkan Data terkadang tidak
dapat digunakan dan diterima oleh akal pikiran penerima.
III.
Informasi menghasilkan
penjelasan yang dapat dipakai untuk mengambil keputusan. Data penjualan
misalnya merupakan penjelasan yang bersifat mentah, tetapi informasi penjualan
per bulan akan dipakai oleh manajemen untuk mengambil suatu keputusan.
Sedangkan Data mempunyai lingkup lebih
detail dan bersifat teknis.
C. Siklus
Informasi
D. Mutu
Informasi
I.
Kualitas Informasi
a) Akurasi
(Accuracy)
Sebuah informasi harus akurat karena
dari sumber informasi hingga penerima informasi kemungkinan banyak terjadi
gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut. Informasi
dikatakan akurat apabila informasi tersebut tidak bias atau menyesatkan, bebas
dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.
Beberapa hal yang dapat berpengaruh
terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah:
a.
Informasi yang akurat harus memiliki kelengkapan yang baik.
b.
Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data.
c.
Informasi harus aman dari segala gangguan.
b) Tepat
Waktu (Timeliness)
Informasi
yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat.
Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, karena informasi
merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Kesalahan dalam mengambil
keputusan akan berakibat fatal bagi perusahaan.
c) Relevansi
(relevancy)
Informasi
dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Hal ini berarti bahwa
informasi tersebut harus bermanfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk
tiap-tiap orang satu dengan lainnya berbeda.
II.
Nilai Informasi
Nilai
suatu informasi ditentukan berdasarkan sifatnya , sebagai berikut :
1. Kemudahan dalam memperoleh
Informasi
memiliki nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah.
Informasi yang penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit
diperoleh.
2. Sifat luas dan kelengkapannya
Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup/cakupan yang luas
dan lengkap.
3. Ketelitian
Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang
tinggi/akurat.
4. Kecocokan dengan pengguna
Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan
penggunanya.
5. Ketepatan waktu
Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada
saat yang tepat.
6. Kejelasan
Informasi
yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi
dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi.
7. Fleksibilitas/ keluwesannya
Nilai
informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas
informasi diperlukan oleh para manajer/pimpinan pada saat pengambilan
keputusan.
8. Dapat dibuktikan
Nilai
informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan
kebenarannya. Kebenaran informasi bergantung pada validitas data sumber yang
diolah.
9. Tidak ada prasangka
Nilai
informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan
prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi.
10. Dapat diukur
Informasi
untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai
yang sempurna.
3. Konsep
Dasar Sistem Informasi
A. Definisi
Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah sistem yang
terdiri manusia dan komputer yang memproses atau menafsirkan informasi.
B. Komponen
Komponen Sistem Informasi
1. Komponen
Input
Merupakan data yang masuk /
dimasukkan kedalam sistem informasi.
2. Komponen
Output
Adalah informasi atau dokumentasi
(data) yang dikeluarkan dan dapat beguna untuk semua manajemen.
3. Komponen
Basis Data
Merupakan kumpulan data yang saling berhubungan
dan tersimpan didalam komputer menggunakan software database.
4. Komponen
Model
Adalah kombinasi prosedur, logika dan
model matematika yang akan memproses data yang ada atau yang tersimpan di basis
data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan output yang
diinginkan.
5. Komponen
Teknologi
Yaitu alat dalam sistem informasi
yang digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses
data, menghasilkan dan mengirim output juga dapat memantau pengendalian sistem.
6. Komponen
Kontrol
Merupakan pengendalian yang dirancang
untuk menanggulangi gangguan terhadap sistem informasi.
C. Metodelogi
pengembangan system informasi
Adapun Macam-Macam Metodologi
Pengembangan System:
1.
Metode System Development Life Cycle (SLDC)
Metode ini adalah metode pengembangan
sistem informasi yang pertama kali digunakan makanya disebut dengan metode
tradisional. Metode ini prototype Adalah tahap-tahapan pekerjaan yang dilakukan
oleh analis sistem dan programer dalam membangun sistem informasi.
2.
Model WATERFALL
Metode pengembangan sistem yang
paling tua dan paling sederhana. Cocok untuk pengembangan perangkat lunak
dengan spesifikasi yang tidak berubah-ubah. Model ini menyediakan pendekatan
alur hidup perangkat lunak secara sequential atau terurut dimulai dari analisa,
desain, pengkodean, pengujian dan tahap pendukung
3.
Model Prototyping
Prototyping adalah proses iteratife
dalam pengembangan sistem dimana requirement diubah ke dalam sistem yang
bekerja (working system) yang secara terus menerus diperbaiki melalui kerjasama
antara user dan analis. Prototype juga bisa dibangun melalui beberapa tool
pengembangan untuk menyederhanakan proses.
4.
Model RAD (Rapid Application Development)
RAD adalah penggabungan beberapa
metode atau teknik terstruktur. RAD menggunakan metode prototyping dan teknik
terstruktur lainnya untuk menentukan kebutuhan user dan perancangan sistem
informasi selain itu RAD menekankan siklus perkembangan dalam waktu yang
singkat (60 sampai 90 hari) dengan pendekatan konstruksi berbasis komponen.
5.
Model Spiral
yang merangkai sifat iteratif dari
prototype dengan cara kontrol dan aspek sistematis model sequensial linier.
Model iteratif ditandai dengan tingkah laku yang memungkinkan pengembang
mengembangkan versi perangkat lunak yang lebih lengkap secara bertahap.
6.
Object Oriented Technology
Object Oriented Technology merupakan
cara pengembangan perangkat lunak berdasarkan abstraksi objek-objek yang ada di
dunia nyata. Dasar pembuatan adalah Objek, yang merupakan kombinasi antara
struktur data dan perilaku dalam satu entitas.
7.
Metode End-user Development
Disini pengembangan dilakukan langsung
oleh end-user. Keterlibatan langsung end-user sangat menguntungkan, karena
memahami benar bagaimana sistem bekerja. Artinya tahap analisis sistem dapat
dilakukan lebih cepat.

0 comments:
Post a Comment