Apa itu exposure?
Istilah Exposure bisa diartikan sebagai kemampuan kamera dalam mengumpulkan cahaya yang masuk. Dalam dunia fotografi sering dikenal istilah Segitiga Exposure atau Triangle Exposure yaitu gabungan 3 komponen antara Shutter Speed + Aperture + ISO = Exposure. Pengaturan Exposure sangat penting agar foto yang dihasilkan nantinya terlihat indah, jernih, artistic dan dapat dinikmati. Ada 3 istilah hasil foto berkaitan dengan pengaturan komposisi exposure ini yaitu Under-Exposed (UE) artinya jika foto yang dihasilkan terlalu gelap, Exposure-Cukup apabila foto yang dihasilkan komposisinya sesuai dan enak untuk dilihat dan yang terakhir adalah Over-Exposed (OE) yaitu jika foto terlalu terang.
kita akan bahas satu persatu.
Shutter Speed (Kecepatan Rana)
Shutter Speed atau dikenal juga dengan Exposure Time menentukan lamanya sensor kamera dalam menangkap citra dari suatu objek. Penulisan yang sering digunakan adalah 1 per sekian detik.
Pada Shutter speed dengan settingan cepat (misalnya 1/200 detik), jumlah cahaya yang diterima oleh sensor menjadi sedikit, sehingga gambar yang dihasilkan akan lebih gelap. Sedangkan dengan shutter speed yang lambat (misalnya 1/20 detik), cahaya yang ditangkap oleh sensor menjadi lebih banyak dan gambar yang dihasilkan juga lebih terang. Efek yang ditimbulkan apabila settingan shutter speednya kurang tepat adalah Freeze dan Motion Blur. Pada shutter speed cepat (misalnya 1/1000) objek akan terlihat tidak bergerak atau sering disebut dengan istilah efek “freezing”. Dan sebaliknya pada shutter speed rendah (semisal 1/10), objek akan terlihat kabur atau blur dan berbayang, umumnya disebut dengan istilah “motion blur”.
berikutnya....
ISO (Sensitivitas Sensor)
ISO merupakan singkatan dari “International Standardization Organization”, dan di dalam dunia fotografi digunakan untuk mewakili tingkat sensitivitas sensor.
Apabila
kalian memainkan ISO, resiko yang kalian dapatkan adalah NOISE/GRAIN pada foto.
gambar diatas adalah contoh metering exposure.. usahakan ada di angka -1/0/1 saja karena menurut saya itu aman untuk menghasilkan foto yang tidak over.
Istilah Exposure bisa diartikan sebagai kemampuan kamera dalam mengumpulkan cahaya yang masuk. Dalam dunia fotografi sering dikenal istilah Segitiga Exposure atau Triangle Exposure yaitu gabungan 3 komponen antara Shutter Speed + Aperture + ISO = Exposure. Pengaturan Exposure sangat penting agar foto yang dihasilkan nantinya terlihat indah, jernih, artistic dan dapat dinikmati. Ada 3 istilah hasil foto berkaitan dengan pengaturan komposisi exposure ini yaitu Under-Exposed (UE) artinya jika foto yang dihasilkan terlalu gelap, Exposure-Cukup apabila foto yang dihasilkan komposisinya sesuai dan enak untuk dilihat dan yang terakhir adalah Over-Exposed (OE) yaitu jika foto terlalu terang.
kita akan bahas satu persatu.
Shutter Speed (Kecepatan Rana)
Shutter Speed atau dikenal juga dengan Exposure Time menentukan lamanya sensor kamera dalam menangkap citra dari suatu objek. Penulisan yang sering digunakan adalah 1 per sekian detik.
Pada Shutter speed dengan settingan cepat (misalnya 1/200 detik), jumlah cahaya yang diterima oleh sensor menjadi sedikit, sehingga gambar yang dihasilkan akan lebih gelap. Sedangkan dengan shutter speed yang lambat (misalnya 1/20 detik), cahaya yang ditangkap oleh sensor menjadi lebih banyak dan gambar yang dihasilkan juga lebih terang. Efek yang ditimbulkan apabila settingan shutter speednya kurang tepat adalah Freeze dan Motion Blur. Pada shutter speed cepat (misalnya 1/1000) objek akan terlihat tidak bergerak atau sering disebut dengan istilah efek “freezing”. Dan sebaliknya pada shutter speed rendah (semisal 1/10), objek akan terlihat kabur atau blur dan berbayang, umumnya disebut dengan istilah “motion blur”.
berikutnya....
Aperture (Bukaan Diafragma Lensa)
Aperture atau bukaan diafragma lensa menentukan banyaknya cahaya yang diteruskan oleh lensa yang kemudian ditangkap oleh sensor kamera. Simbol penulisan yang dipakai adalah F per angka pembagi tertentu. Sebagai contoh adalah F/8 yang berarti lensa tersebut akan terbuka dengandiameter sebesar 1/8 dari panjang focal lensa (focal length). Semakin kecil angka Aperture (misalnya F/2), berarti semakin lebar bukaan lensanya dan foto semakin terang. Sebaliknya, semakin besar angka Aperture (misalnya F/11) berarti semakin sempit bukaan lensanya dan foto menjadi semakin gelap karena cahaya yang masuk semakin sedikit.
ISO (Sensitivitas Sensor)
ISO merupakan singkatan dari “International Standardization Organization”, dan di dalam dunia fotografi digunakan untuk mewakili tingkat sensitivitas sensor.
Istilah ini
serupa dengan ASA dan DIN pada era fotografi analog (sebelum era digital). Pada
ISO rendah (misalnya pada angka ISO 100 pada settingan kamera DSLR), sensot
akan menangkap gambar secara lebih detail tetapi butuh lebih banyak cahaya sehingga
gambar terlihat lebih gelap. Sebaliknya pada ISO tinggi (misalnya ISO > 6400),
sensor kamera kana menjadi lebih sensitive sehingga gambar yang dihasilkan
semakin terang. Berikut acuan penggunaan ISO (bukan standar baku hanya acuan
saja) :
ISO
|
ACUAN PENGGUNAAN
|
100 – 200
|
Lokasi terang, kebutuhan detail
tinggi atau shutter speed rendah
|
400 – 800
|
Lokasi dengan pencahayaan yang
sedang, misalnya di bawah pohon atau teras rumah, ruang keluarga dengan
penerangan yang cukup
|
800 – 1600
|
Foto indoor dengan cahaya agak
redup atau foto aksi dengan kecepatan tinggi
|
1600 Keatas
|
Digunakan pada lokasi dengan
pencahayaan yang kurang (Lowlight)
|
Nah untuk itu kita harus memperhatikan setruktur tersebut untuk memotret.
kita juga harus memperhatikn metering exposure pada kamera jika ingin mendapatkan cahaya yang pas. alias tidak terlalu over ataupun kekurangan cahaya.
gambar diatas adalah contoh metering exposure.. usahakan ada di angka -1/0/1 saja karena menurut saya itu aman untuk menghasilkan foto yang tidak over.
tapi ada juga beberapa jenis foto yang tidak mengutamakan metering misalnya foto milkyway. penasaran cari aja di google. kalo mau dibahas silahkan komen atau kirim pesan lewat email atau sosial media yang tersedia.
Follow Instagram : https://www.instagram.com/_humaedi/?hl=id
Add Facebook : https://www.facebook.com/medi.kedungsana
semoga bermanfaat, bantu share ya :)


0 comments:
Post a Comment